Rabu, 29 Juli 2009

ENAKNYA SEBUNGKUS NASI DARI KASIH SESEORANG


Suatu kali aku sedang menjalani proses eksposure..atau dapat dikatakan proses tenggelam dalam dunia nyata dengan ambil bagian di dalamnya melalui proses "perjalanan". Proses itu kulalui tanggal 20 - 26 Juni 2009 yang lalu. Aku masuk ke dalam dunia profesi seorang pemulung. Aku harus berangkat pagi-pagi buta..dengan karung yang kugendong dipundakku aku melangkahkan kakiku menuju loorong demi lorong kota malang.

Hari pertama menjadi pemulung aku merasa gagal sekali. Selain fisik yang terasa capek, badan pegal dan nyilu serta kaki terasa panas sekali, perasaan ini sungguh diobrak-abrik. Bagaimana tidak diobarak-abrik ya...aku harus mampu dan berani menundukkan kepada, melawan rasa malu ini karena harus memungut setiap sampah yang kujumpai dan yang kucari di setiap tempat sampah warga. Apalagi ketika si pemilik rumah masih ada di depan rumah dan aku mengorek-korek tempat sampah mereka. Kata-kata sinis dan usiran menjadi sarapan pagiku.

Ya...empat hari rasanya seperti sebulan..susuah sekali menjadi seornag pemulung. Aku sampai hari keempat ini hanya menerima uang sekitar Rp 30.000,-. Bagaimana ya kalau ini seandainya terjadi sungguh atas hidupku. Apa aku sanggup menjalaninya sehari-hari...apalagi kalau aku nanti sudah punya istri dan anak. Akan makan apa aku ini dan keluargaku. Rp.30.000 mana cukup. Aku lapar sekali sementara uangku hanya sedikit. Sebuah peristiwa yang tidak sanggup aku lupakan adalah ketika pada saat aku merasa lemas berjalan dan mengorek sampah, berkeringat menahan lapar, datanglah seorang ibu, kelihatannya saudara muslim, datang padaku dan memberikan sebungkus nasi dengan diikat karet kuning untukku. "Ini mas untukmu.." Aku tertegun dan hanya diam tidak bisa berkata apa-apa. Ibu itu bertanya lagi,"kok tidak dimakan,...disitu saja ?" Aku kaget dan menjawab "oh ya...tidak mengapa..." Aku akhirnya menikmati rejeki siang itu..namun satu hal yang masih menancap dalam di dalam relung hatiku adalah aku belajar menemukan bahwa orang tetap menaruh belaskasihan kepada sesamanya. Hari ini aku merasakan betapa beratnya menjadi orang miskin, pemulung. Dan betapa bersyukurnya aku ini karena aku dapat merasakan apa yang mereka rasakan, khususnya juga merasakan kebaikan dari orang-orang yang lembut hatinya. Ya..orang miskin ternyata mengajari aku bahwa dengan menjadi miskin aku sanggup menangkap kebaikan dan kehadiran Allah sendiri. Terima kasih Tuhan karena aku boleh menerima kebaikan hati orang lain dalam pengalamankonkret hari ini di jalan yang panas dan berdebu. Berkah Dalem

INTI JIWA HIDUP KONGREGASI FRATER-FRATER BUNDA HATI KUDUS

MISTIK :
Hati yang membebaskan

KARISMA :
Kasih pelayanan yang membebaskan sesama khususnya kaum muda.

Apostolat :
Ikut serta membebaskan sesama yang miskin dan uyang menderita, khususnya kaum muda
agar berkembang sesuai dengan citraNya.

CARA HIDUP :

Kepedulian, kesederhanaan dan ugahari.

SPIRITUALITAS :
Spiritualitas Hati

SPIRITUALITAS BUNDA HATI KUDUS :
Hati yang saling terpaut.

VISI :
Mengikuti Yesus Kristus sang Guru, kebenaran dan kehidupan dalam kepedulian dan
kesederhanaan.
MISI :
Ikut peduli mewujudkan tugas Gereja dalam pengabdian kepada sesama dengan :

- mencintai
- melakukan keadilan
- mengusahakan perdamaian
- membantu pembentukan kaum muda
- siap sedia menangani tugas baru
- demi melayani sesama yang miskin dan menderita seturut teladan St. Vinsensius a Paulo.



Bunda Hati Kudus,
Doakanlah kami.

St. Vinsensius a Paulo
Doakanlah kami.

Semoga Hati Kudus dikasihi di seluruh dunia,
sampai selama-lamanya.