Rabu, 01 September 2010

Meniti Perjalanan Jules Chevalier: sebuah perjalanan hati





Tema di atas kiranya mau menyajikan pengalaman rohani kami dua anggota Ametur Indonesia yang diperkenankan mengikuti kurus spiritualitas hati di Issoudun Perancis pada periode waktu 4 Juli sampai dengan 31 Juli 2010 yang lalu. Dua wakil tim Ametur yang diperkenankan untuk mengikuti program kursus tersebut adalah Fr. Patrik,BHK (saya) dan Rm. Sam Maranresy, MSC. Kami tergabung dengan saudara dari berbagai negara, semuanya berjumlah 19 peserta termasuk kami. Dua wakil dari Ametur Indonesia (Fr. Patrik,BHK dan Rm. Sam Maranresy,MSC), 1 MSC Venezuela, 1 MSC Australia, 2 Suster PBHK Indonesia (dari Roma dan Sudan), 6 suster MSC Korea, 3 Suster PBHK dari PNG (1 PNG, 2 dari Roma), 3 suster PBHK kamerun.

Kursus spiritualitas kali ini mengambil tema “Spirituality of the Heart: Yesterday, Today and Towards the Future”. Tema tersebut diperdalam melalui beberapa proses dan sesi. Kami menempuh sesi peregrinasi rohani, sesi konferensi dengan beberapa tematis yang cukup menarik, sesi pendalaman baik pribadi, kelompok bahasa dan pendalaman bersama dalam kelompok besar. Sesi peregrinasi rohani kami lalui bersama pendamping dari tim Cor Novum sendiri. Kami dihantar pada peziarahan “in the footsteps of Jules Chevalier”, mulai dari siapakah dia, sejarah singkat kota Issoudun, kota yang penuh rahmat. Selanjutnya kami juga menapakkan kaki dan hati kami menyusuri jejak – jejak perjalanan yang telah dilalui Pater Jules Chevalier ketika menjalani masa kecilnya, tempat pembaptisan, pengalaman rohani bersama Maria dan ibunya, tempat dimana belia menjalani masa formasio, tempatnya berkarya, serta tempat dimana belia mengalami pergulatan iman dan panggilannya di saat awal-awal pendirian kongregasi. Tempat – tempat seperti Issoudun, Chevalier Museum, Nevers Bourges, Paray-le Monial sangat memberikan arti tersendiri bagi kami semua. Pengalaman iman dan perjuangan Chevalier sangat berbicara dalam hati setiap perserta.

Tim Cor Novum mengemas kursus ini dengan baik. Dalam setiap minggunya kami diajak untuk mendalami sesi tematis secara bergantian disampaikan oleh anggota tim Cor Novum. Pada setiap akhir pekan akan diisi dengan peregrinasi rohani. Minggu ketiga kursus ini diisi dengan retret terbimbing guna memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk lebih mengendapkan beberapa materi yang telah disampaikan sehingga menjadi milik. Retret dengan tema “Wajah-Mu Kucari Ya Tuhan”, didampingi secara khusus oleh Sr. Bonaventura Kim, MSC, ahli kitab suci. Beliau menyampaikan bahan dan mendampingi kami penuh dengan kemendalaman, kelembutan. Beberapa tema sesi yang disampaikan oleh penyaji adalah sebagai berikut:

1. Brief Historical Overview of Chevalier’s Life, - Joannes Rozier,msc

2. Brief Historical Overview of town of Issoudun, - Joannes Rozier,msc

3. Chevalier’s Charism and the Mission of the Chevalier Family,- Hans Kwakman,msc

4. Chevalier and the Laity,- Hans Kwakman,msc

5. From Devotion to the Scared Heart to Spirituality of the Heart,- Hans Kwakman,msc

6. Invitation to “..going Depths..”- Linda Stayer, fdnsc

7. Challeges to “Going Depths”, - Linda Strayer, fdnsc

8. The Heart of the Christ, - Geraldine Doherty, fdnsc

9. Giving to Our Brothers and Sisters, - Geraldine Doherty, fdnsc

10. Dynamics of Living a Spirituality of the Heart in Today’s World, - Hans Kwakman,msc

11. A Review of Contemporary Developments, - Nick Harnan, msc

12. How a Spirituality of the Heart Respons to the Needs of Our Times, - Nick Harnan, msc

13. Spirituality of the Heart and Comprehention of Other religions, - Roland Douchin

14. Our Lady of the Sacred Heart: Then and Now, - Linda Strayer, fndsc

15. Retreat, - Sr. Bonaventura Kim, msc

Bahan – bahan tematis yang disajian sangat membantu peserta dalam proses memperdalam spiritualitas hati. Kami diajak untuk mulai dengan hati kami sendiri agar lebih masuk ke jati diri yang otentik. Proses kursus ini cukup mengesankan bagi seluruh peserta sebab materi tidak sekedar disampaikan begitu saja, melainkan peserta diberikan kesempatan untuk menginternalisasikan ke dalam diri masing-masing baik secara personal, maupun kelompok kecil dan bersama seluruh peserta lainnya. Selain itu pula, retret terbimbing memberikan kesempatan bagi peserta untuk semakin mendalam mencerna dan membatinkan apa yang telah disampaikan dalam sesi konferensi tematis.

Saya secara pribadi sebagai frater BHK yang pertama kali mengikuti kursus ini, merasa betapa kesempatan ini sungguh luar biasa. Saya dapat menghadirkan diri di tempat dimana semangat iman yang melahirkan devosi Bunda Hati Kudus itu lahir dari seorang yang penuh kharisma dan inspirasi serta memberikan teladan bagi banyak kaum beriman. Dialah pater Jules Chevalier. Saya bersyukur karena boleh mengalami pengalaman indah ini. Pengalaman tidak sebatas mendapatkan materi kursus melainkan juga pengalaman rohani untuk dapat merasakan getaran rohani seorang pribadi yang dibakar oleh semangat cinta yang luar biasa. Jejak – jejak perjalanan beliau memberikan daya dorong dalam batin saya untuk masuk ke kedalaman hati. Saya juga bersyukur karena proses ini mengajak saya secara pribadi untuk masuk ke dalam warisan rohani Jules Chevalier. Beliau mewariskan sebuah spiritualitas bagi kami. Saya menjadi lebih dicerahkan terutama akan pengenalan kepada Bunda Hati Kudus dalam konteks spiritualitas hati. Ke depan, saya merasa tertantang untuk semakin memperdalam lebih lanjut masukan-masukan yang saya peroleh melalui kursus ini dalam kerangka pengembangan spiritualitas kongregasi dan peyebaran spiritualitas hati.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah persaudaraan keluarga Chevalier. Hal ini cukup kuat saya rasakan. Saya merasa diterima sebagai saudara meskipun saya berasal dari kongregasi yang tidak didirikan langsung oleh Pater Jules Chevalier. Suasana persaudaraan yang terjalin di antara peserta dari berbagai negara dengan baik sekali, sehingga menjadikan saya tidak merasa sebagai orang lain di tengah-tengah peserta semua dan tim Cor Novum sendiri. Masing – masing pribadi telah memberikan kekayaan hati pribadinya, saya rasakan itu saya kuat sekali. Akhirnya, saya pun memikili keyakinan “Semoga Hati Kudus Yesus, dikasihi dimana-mana”. Berkah Dalem

Fr. Patrik,BHK