Jumat, 13 November 2009

Mutiara St. Vinsensius a Paulo


Kasih-Mu melukai hatiku...

Engkau, ya Allahku…
Engkau telah mengasihi aku…
Namun kasih-Mu justru melukai aku.
Engkau telah melukai dan menembus hatiku dengan panah-panah bernyala.
Engkau telah melemparkan api yang suci ini ke dalam hatiku.
Dan api itu membawaku kepada kematian demi cinta.
Oh. Terberkatilah untuk selamanya.
Ya Penyelamatku…, Engkau telah melukai hatiku.
(DBSV V, 281)

Hati yang merindukan Tuhan

Oh Penyelamatku,
Engkau mengerti apa yang ingin diungkapkan oleh hatiku.
Hatiku menghadap Engkau, sumber belaskasihan…
Engkau mengerti harapan-harapannya,
yang hanya terarah pada-Mu,
dan hanya merindukan Engkau.
(DBSV V, 286)

Meneladan Perawan Maria

“Renungkanlah cinta kasih Perawan Maria yang Terberkati dan kerendahan hatinya, dan jadilah rendah hati di hadapan Allah.”
(SV. I, 504)

Agar Allah dicintai

“Jelas, bahwa saya telah diutus bukan hanya untuk mencintai Allah, melainkan juga agar Allah dicintai.”
(SV XII, 262)

Cinta kasih tidak dapat diam berpangku tangan

“Mari kita melihat Putera Allah. Hati yang begitu penuh kasih! Betapa cinta yang membara. Oh, Penyelamat kita! Sumber cinta yang direndahkan di hadapan siksaan keji salib! Siapakah yang memiliki cinta seperti Engkau? Saudara-saudaraku, jika kita memiliki sebagian dari cinta itu, akankah kita diam dan menyilangkan tangan kita? Akankah kita membiarkan mati segala hal yang bisa kita pelihara? Tidak, cinta kasih tidak dapat diam berpangku tangan, melainkan menggerakkan kita untuk menyelamatkan dan menghibur sesama.”
(XI, 132)

Jangan takut mengatakan kebenaran

“Kalau menyangkut kemuliaan Allah dan keselamatan orang miskin kita tidak boleh takut untuk mengatakan kebenaran.”
(SV IX, 192)

Bukan sekedar belaskasihan, melainkan keadilan

“Semoga Allah menganugerahkan rahmat yang menggerakkan hati kita untuk menolong orang-orang yang menderita, dan keyakinan bahwa dengan meringankan penderitaan mereka kita melakukan keadilan dan bukan sekedar belaskasihan!”
(SV VII, 98)

Berikan peralatan kerja

“Kalau seseorang sudah cukup kuat untuk bekerja, maka belikan segera untuk dia peralatan untuk bekerja dan jangan diberi apa-apa lagi. Sebab uang derma bukan untuk mereka yang dapat bekerja, melainkan hanya untuk orang-orang yang sakit parah, para yatim piatu, dan para jompo.”
(SV IV, 183 – 26 April 1651)

Perlu perencanaan dan koordinasi

“Cinta kasih menjadi kurang efektif, karena kurang terencana. Orang-orang miskin sering menderita bukan karena tidak ada yang sanggup menolong, melainkan karena tidak ada koordinasi.”
(SV XIII, 423)

Bukan hanya afektif, tetapi juga efektif

“Kasih terhadap orang miskin itu bukan hanya dengan lembut, tetapi juga harus efektif… melayani orang miskin dengan efektif.”
(SV IX, 593)

Kebutuhan jasmani dan rohani, dengan kata dan perbuatan

“Jika di antara kita ada yang berpikir bahwa tugas kita hanya untuk mewartakan injil kepada kaum miskin, dan bukan untuk meringankan penderitaan mereka, hanya untuk memenuhi kebutuhan rohani dan bukan kebutuhan jasmani mereka, maka saya menegaskan bahwa kita harus menolong mereka dan memastikan bahwa mereka ditolong dengan segala cara, baik oleh kita sendiri maupun oleh orang-orang lain… Melakukan hal ini berarti mewartakan injil baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan-perbuatan. Inilah cara yang paling sempurna.”
(SV XII, 87)

Dituntun melalui penderitaan

Semua jiwa yang telah diantar oleh Allah kepada kesucian, telah dituntun melalui penderitaan-penderitaan; dan Yesus sendiri, yang paling suci di antara semua orang suci, telah menghendaki melewati penderitaan-penderitaan.
(DBSV V, 234)

Ya Penyelamatku...

Ya Penyelamatku, Engkau, yang adalah kebijaksanaan yang tak tercipta, telah menerima dan merangkul kelemahan kami, kekacauan-kekacauan kami, kehinaan dan kenistaan kami, kecuali kebodohan dan dosa.
(DBSV V, 28)

Yesus tidak menghindari kematian

Begitu banyak orang yang tidak mau memanfaatkan dengan baik kematian dan sengsara Tuhan Yesus. Oh Yesus yang manis dan penuh belas kasihan, Engkau mengamati bahwa di antara manusia, bagian paling besar tidak peduli. Tetapi Engkau tidak menghindari kematian, meskipun Engkau melihat jumlah besar orang yang tak percaya itu tidak menghargainya dan jumlah besar di antara kami meremehkan dan menginjak-injak darah-Mu yang demikian berharga.
(DBSV V, 296)

Jati diri Kristus

Pada saat sengsara-Nya Putera Allah hampir kehilangan rupa manusia dan menurut pandangan orang-orang kafir Dia tampak sebagai orang gila, dan menurut pandangan orang Yahudi sebagai batu sandungan; namun demikian Dia menyebut diri-Nya pewarta injil kepada orang-orang miskin: Evangelizare pauperibus misit me.
(DBSV V, 40)

Mencurahkan hidup demi mengabdi Tuhan

“Berbahagialah mereka yang mencurahkan seluruh hidup demi pengabdian kepada Tuhan kita Yesus Kristus, seperti Dia juga telah mencurahkan hidup-Nya demi keselamatan manusia.”
(DBSV I, 182 – SV VII, 131 – 19 April 1658)

Menguasai mulut

“Para Pujangga Gereja yang suci mengatakan bahwa seorang yang berniat mengejar keutamaan-keutamaan, sebagai langkah pertama harus berusaha menguasai mulutnya.”
(DBSV V, 12)

Bila tergoda menjadi sombong

“Bila tergoda untuk menjadi sombong, kita harus menolaknya… dengan tindakan kerendahan hati dalam batin kita, atau dengan mengangkat hati kepada Allah sambil mohon keutamaan itu kepada-Nya, atau dengan mempersembahkan kepada-Nya apa yang sedang kita lakukan.”
(DBSV V, 37)

Berjiwa kristiani

“Tidak ada yang lebih berjiwa kristiani daripada pergi dari desa ke desa untuk menolong masyarakat miskin dalam usaha mencari keselamatan.”
(DBSV V, 1)

Kita hanyalah perantara

“Kemampuan yang kita miliki… maupun talenta-talenta lahiriah lain yang terdapat dalam diri kita bukanlah anugerah untuk diri kita sendiri. Kita hanyalah perantara.”
(DBSV V, 77)

Allah mencari orang dari segala macam status

“Allah tidak bersikap memilih-milih terhadap orang-orang, tetapi berkat kebaikan-Nya yang tak terhingga Dia mencari bagi Diri-Nya orang-orang dari segala macam status, asal orangnya memang dipandang sebagai orang yang baik oleh-Nya.”
(DBSV V, 23)

Seorang misionaris sejati

“Seorang misionaris sejati tak perlu memusingkan diri mengenai harta dunia, melainkan harus menyerahkan segala kekhawatirannya pada Penyelenggaraan Tuhan.”
(DBSV V, 50)

Cara hidup misionaris

“Cara hidup para misionaris merupakan cara hidup yang sesuai dengan amanat Injil, yaitu meninggalkan dan melepaskan segala-galanya, seperti para rasul, untuk mengikuti Yesus Kristus dan melakukan sesuai dengan teladan-Nya apa yang baik.”
(DBSV V, 1)

Mata yang kotor

“Mereka yang mempunyai mata yang kotor melihat segalanya kotor. Demikian pula terjadi bagi mereka yang cenderung mencela segalanya.”
(DBSV V, 167)

Memperingatkan orang secara pribadi

“Jangan sama sekali berbicara di depan umum mengenai kesalahan dan kelemahan orang lain. Kalau peringatan dinilai berguna, hendaknya dilakukan secara pribadi, dan dengan sikap yang sedapat mungkin penuh kasih dan kelembutan.”
(DBSV V, 140)

Bersungut-sungut bertentangan dengan kasih

“Hendaknya kita menjaga diri dari sikap bersungut-sungut, yang bertentangan sepenuhnya dengan semangat kasih, yang mempersatukan hati orang-orang dengan kehangatan dan keramahan.”
(DBSV V, 147)

Menghindari sikap angkuh

“Seperti orang melarikan diri dari api, demikian pula kita harus lari dari perasaan yang muncul karena sanjungan-sanjungan dan dari sikap angkuh.”
(DBSV V, 158)

Hasrat yang tidak wajar untuk maju

“Tindakan-tindakan yang menyakitkan hati kita pada umumnya bersumber dari hasrat yang tidak wajar untuk maju, dari cinta diri dan dari kebodohan…, karena adanya niat untuk mencapai tingkat keutamaan yang menonjol hanya dengan satu langkah.”
(DBSV V, 284)

Jangan terkejut bila mengalami godaan-godaan

“Semakin kita maju dalam keutamaan, maka semakin perlu kita membuka diri untuk mengalami godaan-godaan yang semakin banyak. Tak perlu merasa terkejut bila kita digoda.”
(DBSV V, 200 – 1645)

Gugur dalam pelayanan kasih

“Berbahagialah jiwa-jiwa yang telah gugur dalam pelayanan kasih.”
(SV VII, 233 – 10 Agustus 1658)

Berbahagialah yang mengabdi Kristus

“Sungguh berbahagialah mereka yang mencurahkan seluruh hidup demi pengabdian kepada Tuhan kita Yesus Kristus, seperti Dia juga telah mencurahkan hidup-Nya demi keselamatan manusia.”
(SV VII, 131 – 19 April 1658)

Evangelizare pauperibus misit me Dominus

“Oh! Betapa bahagianya mereka yang pada saat kematian dapat mengucapkan kata-kata Tuhan Yesus yang indah ini: Evangelizare pauperibus misit me Dominus!”
(DBSV V, 183 – 25 Oktober 1643)

Tugas misi

“Berkarya demi keselamatan orang-orang miskin... merupakan unsur pokok dari panggilan tugas kita, dan semua yang lain hanyalah tambahan belaka.”
(DBSV V, 181 – 25 Oktober 1643)

Belajar secara wajar

“Hendaknya belajar secara wajar, hanya terdorong oleh keinginan untuk memperoleh pengetahuan yang berguna bagi kita sesuai dengan status kita.”
(DBSV V, 174)

Kasih dan pengetahuan harus berjalan seiring

“Hendaknya belajar dengan cara tertentu sehingga kasih dapat mengimbangi pengetahuan; … dengan cara itu mencapai kesucian dan pengetahuan yang kokoh.”
(DBSV V, 175)

Murid-murid-Nya orang-orang kasar

“Yesus ternyata memilih sebagai murid-murid-Nya orang-orang kasar yang tidak luput dari kelemahan-kelemahan, supaya dengan demikian Yesus bisa mengamalkan keramahan, kerendahan hati, dan kesabaran.”
(SV VII, 137 – 1 Mei 1658)

Mutu seseorang

“Mutu seseorang tidak dapat dinilai pada saat pertobatan atau beberapa waktu sesudahnya, melainkan pada waktu dia mengalami godaan atau penderitaan.”
(DBSV V, 136)

Musibah dan berkat

“Musibah manapun akan menjadi sumber sukacita dan berkat bagi kita, bila kita menerimanya dari tangan Tuhan.”
(SV VII, 252 – September 1658)

Tunduk kepada kehendak Allah

“Kalian harus tunduk kepada kehendak Allah dan merasa damai, dengan harapan bahwa segalanya akan berjalan dengan baik. Karena biasanya karya Allah akan memperoleh hasil yang baik justru dalam hal yang tak memberi kepuasan kepada kita.”
(SV VIII, 317 – 9 Juli 1660)

Menghadapi fitnah dan penghinaan

“Sang Penyelamat sendiri telah dicaci-maki, telah dipersalahkan dan dicela secara tidak adil. Mengapa kita mau mengeluh kalau mendapat perlakuan yang sama? Pasrahkanlah diri kepada kebaikan Allah yang tak terhingga itu, dan jangan cemas, pasti Dia akan memberi kekuatan untuk menghadapi segala percobaan.”
(SV VIII, 205-206 – 20 Desember 1659)

Tidak melakukan apa-apa kecuali mengasihi

“Sungguh baik kalau kita tidak melakukan apa-apa kecuali mengasihi! Dengan demikian kita melakukan sekaligus segala keutamaan dan menyatu dengan Yesus Kristus, sambil bekerja sama dengan Dia demi keselamatan dan penghiburan orang-orang miskin.”
(SV VIII, 162 – 8 Nopember 1659)

Hendaknya menghayati simplisitas

“Hendaknya kita menghayati keutamaan simplisitas, karena bila ada simplisitas disitu dapat ditemukan Allah, yang adalah simplisitas itu sendiri, esa secara sempurna.”
(DBSV V, 36)

Mengatakan kebenaran

Simplisitas [=kesederhanaan, ketulusan, kejujuran, kepolosan, kelurusan hati], "pertama-tama berarti mengatakan kebenaran.”
(SV XII, 172 – 14 Maret 1659)

Tuhan kita tinggal dalam orang-orang miskin

“Hendaknya anda melayani orang-orang miskin sebagai majikan anda, karena Tuhan kita tinggal dalam mereka, dan mereka dalam Tuhan kita.”
(SV XIII, 540 – 1641)

Mencari yang paling miskin dan terlantar

"Marilah kita pergi dan membaktikan diri kita dengan cinta yang baru, yaitu untuk melayani orang-orang miskin, dan bahkan mencari yang paling miskin dan terlantar."
(SV XI, 393 - Januari 1657)

Orang miskin mewakili pribadi Tuhan kita

“Inilah alasan yang membuat anda harus melayani orang-orang miskin dengan hormat, sebagai majikan anda, dan dengan bakti, yaitu bahwa mereka mewakili pribadi Tuhan kita, yang berkata: Apapun yang engkau lakukan untuk salah seorang saudaraku yang paling hina ini, engkau lakukan untuk aku.”
(SV X, 332 – 11 Nopember 1657)

Berkhotbah bagi diri sendiri

“Doa adalah khotbah bagi diri sendiri.”
(DBSV V, 114)

Satu kata dari Allah jauh lebih berguna

“Hendaknya kita mengangkat hati kepada Allah dan mendengarkan-Nya, karena satu kata yang kita terima dari Allah lebih berguna daripada seribu argumentasi dan semua perhitungan akal kita.”
(DBSV V, 114)

Terbuka untuk menerima yang dari Allah

“Yang dapat menguntungkan kita hanyalah apa yang diilhamkan oleh Allah dan yang berasal dari Dia.”
(DBSV V, 114)

Membuat niat-niat baik

“Inilah salah satu bagian penting, malah yang terpenting, dari meditasi, yaitu menentukan niat-niat yang baik.”
(DBSV V, 118)

Vinsensisana.blogspot.com

PRAYER TO OUR LADY OF THE SACRED HEART


Remember,
Our Lady of the Sacred Heart,
the great things the Lord has done for you.
He chose you for his Mother.
He wanted you close to his cross.
He gives you a share in his glory.
He listens to your prayer.
Offer him our prayers of praise and thanksgiving;
present our petitions to him.
Let us live like you
in the love of your Son
that his Kingdom may come.
Lead all men
to the source of living water
that flows from his heart,
spreading over the world
hope and salvation
justice and peace.
See our trust in you;
answer our prayer.
Show yourself always our Mother.
Amen.

Senin, 09 November 2009

Mengapa Kongregasi Kita Memilih Bunda Hati Kudus

Mgr.Schaepman, pendiri tarekat

Kongregasi para frater Bunda Hati Kudus didirikan oleh uskup agung Utrecht, Mgr.Andreas Ignasius Schaepman. Moto: In Solicitudine et Simplicitate (dalam keprihatinan dan kesederhanaan).
Beliau lahir di Zwolle pada tanggal 4 September 1815. Setelah ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1838 beliau mula-mula bertugas sebagai pastor pembantu di Zwolle, lalu menjadi pastor paroki berturut-turut di Ommerschans, Assen dan Zwolle.
Ketika pada tahun 1853 hirarki keuskupan ditegakkan kembali, Mgr.Zwijsen diangkap menjadi uskup agung Utrecht sekaligus uskup den Bosch. Tetapi beliau tinggal di den Bosch.
Pada tahun 1857 Mgr.Zwijsen mengangkat pastor Schaepman menjadi rektor seminari yang bakal didirikan di Rijsenburg. Tahun 1860 Schaepman menjadi plebaan (pastor paroki katedral) di Utrecht dan uskup koajutor dari uskup agung Zwijsen. Pada tahun yang sama ia ditahbiskan menjadi uskup. Tanggal 4 Februari 1868 ia menggantikan Mgr.Zwijsen sebagai uskup agung di Utrecht. Ia meninggal pada tanggal 19 September 1882.
Schaepman adalah seorang yang praktis. Ia berusaha memecahkan problem-problem yang sedang ia hadapi. Ia merasa prihatin dengan kaum miskin. Jauh sebelum ketimpangan sosial menjadi fokus perhatian masyarakat pada umumnya, ia sudah mencoba mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan kaum miskin. Setelah diangkap menjadi uskup ia banyak menaruh perhatian dalam bidang pengajaran.
Mulai tahun 1848 undang-undang dasar menjamin kebebasan pengajaran. Pengajaran berdasarkan aliran agama tertentu diperbolehkan, tetapi subsidi pemerintah tetap hanya diberikan kepada sekolah-sekolah negeri.
Sekitar tahun 1870 di provinsi-provinsi utara Nederland sudah ada beberapa tarekat suster yang bermisi dalam pendidikan para pemudi, tetapi belum ada tarekat yang mengelola pendidikan para pemuda.
Untuk mengisi kekurangan inilah Mgr.Schaepman mengambil inisiatif untuk mendirikan suatu tarekat bruder.
Ia meminta nasihat Mgr.Zwijsen yang pada tahun 1844 telah mendirikan tarekat para frater CMM (tarekat Santa Perawan Maria, Bunda yang berbelaskasih) di Tilburg.
Sebutan ‘frater’
Agar dapat meneruskan tradisi historis ini, Schaepman kemudian memutuskan banhwa para anggota tarekat yang akal didirikannya akan memakai sebutan ‘frater’. Jadi berbeda dengan tarekat lain pada umumnya yang menggunakan sebutan ‘bruder’.
Para anggota tarekat Broeders van het Gemene Leven (kehidupan bersama) sewaktu hidupnya Geert Grote, yaitu dalam abad ke-14 juga memakai sebutan ‘frater’. Sewaktu tarekat ini berjaya, banyak yang dikerjakan demi pendidikan katolik di Nederland Utara.

Tarekat Frater Bunda Hati Kudus

Mgr.Schaepman mempersembahkan tarekat yang ia dirikan kepada Bunda Maria dengan nama “Bunda Hati Kudus”. Waktu itu devosi kepada Bunda Hati Kudus masih merupakan sesuatu yang baru yang pada waktu itu lebih dikenal dengan gelar ‘Harapan Orang-orang Putus Asa’. Promotor utama gerakan ini adalah pendiri para Misionaris Hati Kudus, yaitu Pere Chevalier. Devosi ini meluas dari Issoudun-Perancis. Di Nederland basilik di Sittard dipersembahkan kepada Bunda Hati Kudus.

Dari konstitusi ke konstitusi

Mula-mula tarekat frater BHK tidak mempunyai buku peraturan sendiri yang menggariskan sikap hidup kerasulan menurut ketiga kaul. Pada saat-saat tertentu dipakailah Peraturan Tarekat CMM dengan penyesuaian sana-sini. Dengan persetujuan pendiri, Peraturan yang disesuaikan ini lalu dicetak dan pada tahun 1878 dikukuhkan olehnya. Di samping Peraturan ada pula Konstitusi yang mencantumkan hal-hal yang berkaitan dengan kepengurusan.
Pada tahun 1893, 1919, 1936 dan 1952 Peraturan dan Konstitusi diterbitkan kembali tanpa perubahan yang berarti.
Dalam kapitel tahun 1960 pengurus mengajukan rancangan konstitusi baru. Selanjutnya Peraturan dan Konstitusi digabung menjadi satu: Konstitusi.
Pada tahun 1967 terbitlah Konstitusi yang telah diolah kembali, dengan persetujuan Uskup Agung Utrecht.
Sementara itu Konsili Vatikan II telah berlangsung. Semua Tarekat diminta untuk merenungkan isi kehidupan religius. Mereka ditugaskan untuk menyesuaikan Konstitusi dengan garis-garis haluan kongkret yang diterbitkan pada tahun 1966.
Demikianlah akhirnya terwujud Konstitusi yang sama sekali baru, yang diolah berdasarkan Kitab Hukum Kanonik yang terbit pada tahun 1983. Pada tahun 1992 Uskup Agung Utrecht, Adrianus Kardinal Simonis, menyetujui Konstitusi ini.
Dari penelitian yang saya lakukan terhadap konstitusi dari satu ke yang lain, ada hal yang menunjukkan hubungan yang sangat erat antara devosi kepada Hati Kudus Yesus dengan penghormatan kepada Maria Bunda Hati Kudus.
Konstitusi 1918
Art.74
Buah ilahi kepada Santa Perawan Tersuci Maria harus dihargai secara khusus oleh semua anggota kongregasi. Konggregasi sendiri bahkan ditempatkan secara khusus di bawah perlindungan S.P.Maria Bunda Hati Kudus… Setiap anggota menyandang nama maria dan hal ini dikaitkan dengan pembaktian secara khusus kepadanya. Sebagai anak-anak yang tulus, para frater harus berusaha keras meniru teladannya, menghormati Ibu mereka dan menjelmakan kekuasaan-kekuasaannya.
Para frater akan selalu menghidupkan buah-buah ilahi yang telah diserahkan kepada Ibu mereka dan juga bersyukur kepada Allah, yang telah memanggil mereka bukan karena jasa mereka, di mana Perawan Maria menjadi Ibu mereka.
Mereka akan mengembangkannya sendiri dan bahwa wajib menyebarluaskan buah-buah ilahi yang telah diserahkan kepada Perawan tersuci, terutama kepada anak-anak dan orang lain yang dipercayakan kepada mereka.
Art.76
Dalam doa dan latihan rohani, kongregasi wajibmenghormati secara lebih khusus Santa Perawan, mewujudkan doa harian dengan ofisi singkat Santa Perawan Maria pada tempat utama…
Art.80
Menghadiri Misa menurut St.Fransiskus dari Sales adalah “matahari segala devosi”. Maka para frater harus mengutamakannya dan dapat mempersembahkan persembahan setiap hari, yang tidak lain adalah melanjutkan persembahan di salib… Yesus mengikutsertakan kita dalam penerimaan rahmat-rahmat, yang telah Ia berikan melalui wafat-Nya.
Konstitusi 1936
Masih menempatkan artikel-artikel tersebut pada tempat yang sama.
Konstitusi 1952
Art.104
Para frater akan berusaha membangun dan memperluas devosi keselamatan kepada Hati Yesus yang Mahakudus baik bagi diri sendiri mau pun di tengah para murid.
Setiap Jum’at pertama dalam bulan para frater menyambut komuni untuk menghormati Hati Kudus Yesus, demi pemulihan kehormatan Penyelamat Ilahi di dalam sakramen kasih, yang telah dirusak oleh musuh-musuh-Nya.
Art.105
Maria Perawan Tersuci dan Bunda Allah adalah Pelindung Kongregasi dengan gelar Maria Bunda Hati Kudus.
Buah ilahi kepada Perawan tersuci harus dihargai secara khusus oleh semua frater.
Mereka akan menyebarluaskan buah-buah ilahi tersebut, terutama kepada para murid dan orang-orang lain yang dipercayakan kepada mereka.
Pesta Bunda Hati Kudus akan dipersiapkan melalui novena komunitas dan akan dirayakan dengan cara istimewa di dalam kongregasi.
Konstitusi 1967
Art.41
Isinya sama dengan Konstitusi 1952 art.105.
Konstitusi 1992
Art.6
Maria adalah pelindung persekutuan kita dengan gelar: Bunda Hati Kudus. Ia menunjukkan kepada kita Puteranya Yesus, yang lembut dan rendah hati, yang menganugerahkan ketenangan dan kelegaan kepada orang yang letih lesu dan berbeban berat yang pergi kepada-Nya.
Selanjutnya ada sesuatu yang baru dalam konstitusi ini, yang tidak pernah ada sebelumnya, yaitu secara panjang lebar disampaikan kepada kita dalam bagian spiritual konstitusi 2 bab penting untuk mendalami misteri Hati Yesus dan peran Maria sebagai pelindung tarekat. Kedua bab tersebut masing-masing berjudul:
Bab 2: Sehati dan sejiwa dalam mengikuti jejak Yesus dari Nasaret (art.10-15).
Bab 4: Diilhami oleh kehidupan Maria (art.45-52).
Catatan akhir
Dari uraian singkat di atas saya mencoba untuk menarik benang merahnya. Pada awalnya pendiri tarekat mempersembahkan tarekat yang ia dirikan ini di bawah naungan Maria, Bunda Hati Kudus Harapan Orang-orang Putus Asa, karena memang demikianlah keadaan Gereja di Nederland pada waktu itu. Persembahan ini diwujudkan dalam pernyataan-pernyataan dari konstitusi ke konstitusi bagaimana devosi kepada Bunda Maria harus mendapat tempat utama dalam tarekat.
Konsili Vatikan II menantang para religius untuk mengubah kebiasaan devosi ini menjadi suatu spiritualitas, suatu semangat yang tidak hanya diungkapkan lewat doa-doa saja tetapi lebih menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri. Sebab itulah dalam konstitusi paling akhir (1992) kaitan erat antara Maria dan Yesus mendapat sorotan secara panjang lebar dalam 2 bab, yang sebelumnya tidak pernah muncul.
Dengan demikian mau dikatakan bahwa menjadi seorang frater BHK berarti:
1. Hidup sehati-sejiwa dalam mengikuti jejak Yesus dari Nasaret.
2. Hidup dengan diilhami oleh kehidupan Maria.

Semoga pertemuan ini menghasilkan suatu penyadaran bagi kita semua.
Malang, 20 Desember 2008
Fr. Frans Hardjosetiko

Rabu, 30 September 2009

Sabtu, 19 September 2009

DOA MEMBERIKU KEKUATAN UNTUK MELANGKAH

Hatiku senantiasa tak menentu dan tiada asa manakala terpaan godaan menerpaku tiada henti. Aku merasa dlaam batinku ada kekuatan yang tak kuasa aku kuasai. Tak jarang aku dibawanya pergi dari kedalaman batinku. Aku tak berdaya...namun aku patut "mengahdirkan diri" pada diriku yang sejati. Sahabatku memanggilku dalam kesunyian untuk senantiasa mendekatkan diri. SapaanNya demikian mengharukan dan menguatkan aku di kala aku bimbang dengan diriku sendiri. Doa memberiku kekuatan untuk melangkahkan kakiku ke depan selangkah dmei selangkah mengikuti janal yang telah ditunjukanNya. Yesus ajarlah aku untuk berani "diam" sehingga menyadari bahwa Engkau sedemikian dekat denganku. Berkah Dalem

Rabu, 29 Juli 2009

ENAKNYA SEBUNGKUS NASI DARI KASIH SESEORANG


Suatu kali aku sedang menjalani proses eksposure..atau dapat dikatakan proses tenggelam dalam dunia nyata dengan ambil bagian di dalamnya melalui proses "perjalanan". Proses itu kulalui tanggal 20 - 26 Juni 2009 yang lalu. Aku masuk ke dalam dunia profesi seorang pemulung. Aku harus berangkat pagi-pagi buta..dengan karung yang kugendong dipundakku aku melangkahkan kakiku menuju loorong demi lorong kota malang.

Hari pertama menjadi pemulung aku merasa gagal sekali. Selain fisik yang terasa capek, badan pegal dan nyilu serta kaki terasa panas sekali, perasaan ini sungguh diobrak-abrik. Bagaimana tidak diobarak-abrik ya...aku harus mampu dan berani menundukkan kepada, melawan rasa malu ini karena harus memungut setiap sampah yang kujumpai dan yang kucari di setiap tempat sampah warga. Apalagi ketika si pemilik rumah masih ada di depan rumah dan aku mengorek-korek tempat sampah mereka. Kata-kata sinis dan usiran menjadi sarapan pagiku.

Ya...empat hari rasanya seperti sebulan..susuah sekali menjadi seornag pemulung. Aku sampai hari keempat ini hanya menerima uang sekitar Rp 30.000,-. Bagaimana ya kalau ini seandainya terjadi sungguh atas hidupku. Apa aku sanggup menjalaninya sehari-hari...apalagi kalau aku nanti sudah punya istri dan anak. Akan makan apa aku ini dan keluargaku. Rp.30.000 mana cukup. Aku lapar sekali sementara uangku hanya sedikit. Sebuah peristiwa yang tidak sanggup aku lupakan adalah ketika pada saat aku merasa lemas berjalan dan mengorek sampah, berkeringat menahan lapar, datanglah seorang ibu, kelihatannya saudara muslim, datang padaku dan memberikan sebungkus nasi dengan diikat karet kuning untukku. "Ini mas untukmu.." Aku tertegun dan hanya diam tidak bisa berkata apa-apa. Ibu itu bertanya lagi,"kok tidak dimakan,...disitu saja ?" Aku kaget dan menjawab "oh ya...tidak mengapa..." Aku akhirnya menikmati rejeki siang itu..namun satu hal yang masih menancap dalam di dalam relung hatiku adalah aku belajar menemukan bahwa orang tetap menaruh belaskasihan kepada sesamanya. Hari ini aku merasakan betapa beratnya menjadi orang miskin, pemulung. Dan betapa bersyukurnya aku ini karena aku dapat merasakan apa yang mereka rasakan, khususnya juga merasakan kebaikan dari orang-orang yang lembut hatinya. Ya..orang miskin ternyata mengajari aku bahwa dengan menjadi miskin aku sanggup menangkap kebaikan dan kehadiran Allah sendiri. Terima kasih Tuhan karena aku boleh menerima kebaikan hati orang lain dalam pengalamankonkret hari ini di jalan yang panas dan berdebu. Berkah Dalem

INTI JIWA HIDUP KONGREGASI FRATER-FRATER BUNDA HATI KUDUS

MISTIK :
Hati yang membebaskan

KARISMA :
Kasih pelayanan yang membebaskan sesama khususnya kaum muda.

Apostolat :
Ikut serta membebaskan sesama yang miskin dan uyang menderita, khususnya kaum muda
agar berkembang sesuai dengan citraNya.

CARA HIDUP :

Kepedulian, kesederhanaan dan ugahari.

SPIRITUALITAS :
Spiritualitas Hati

SPIRITUALITAS BUNDA HATI KUDUS :
Hati yang saling terpaut.

VISI :
Mengikuti Yesus Kristus sang Guru, kebenaran dan kehidupan dalam kepedulian dan
kesederhanaan.
MISI :
Ikut peduli mewujudkan tugas Gereja dalam pengabdian kepada sesama dengan :

- mencintai
- melakukan keadilan
- mengusahakan perdamaian
- membantu pembentukan kaum muda
- siap sedia menangani tugas baru
- demi melayani sesama yang miskin dan menderita seturut teladan St. Vinsensius a Paulo.



Bunda Hati Kudus,
Doakanlah kami.

St. Vinsensius a Paulo
Doakanlah kami.

Semoga Hati Kudus dikasihi di seluruh dunia,
sampai selama-lamanya.