Senin, 09 November 2009

Mengapa Kongregasi Kita Memilih Bunda Hati Kudus

Mgr.Schaepman, pendiri tarekat

Kongregasi para frater Bunda Hati Kudus didirikan oleh uskup agung Utrecht, Mgr.Andreas Ignasius Schaepman. Moto: In Solicitudine et Simplicitate (dalam keprihatinan dan kesederhanaan).
Beliau lahir di Zwolle pada tanggal 4 September 1815. Setelah ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1838 beliau mula-mula bertugas sebagai pastor pembantu di Zwolle, lalu menjadi pastor paroki berturut-turut di Ommerschans, Assen dan Zwolle.
Ketika pada tahun 1853 hirarki keuskupan ditegakkan kembali, Mgr.Zwijsen diangkap menjadi uskup agung Utrecht sekaligus uskup den Bosch. Tetapi beliau tinggal di den Bosch.
Pada tahun 1857 Mgr.Zwijsen mengangkat pastor Schaepman menjadi rektor seminari yang bakal didirikan di Rijsenburg. Tahun 1860 Schaepman menjadi plebaan (pastor paroki katedral) di Utrecht dan uskup koajutor dari uskup agung Zwijsen. Pada tahun yang sama ia ditahbiskan menjadi uskup. Tanggal 4 Februari 1868 ia menggantikan Mgr.Zwijsen sebagai uskup agung di Utrecht. Ia meninggal pada tanggal 19 September 1882.
Schaepman adalah seorang yang praktis. Ia berusaha memecahkan problem-problem yang sedang ia hadapi. Ia merasa prihatin dengan kaum miskin. Jauh sebelum ketimpangan sosial menjadi fokus perhatian masyarakat pada umumnya, ia sudah mencoba mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan kaum miskin. Setelah diangkap menjadi uskup ia banyak menaruh perhatian dalam bidang pengajaran.
Mulai tahun 1848 undang-undang dasar menjamin kebebasan pengajaran. Pengajaran berdasarkan aliran agama tertentu diperbolehkan, tetapi subsidi pemerintah tetap hanya diberikan kepada sekolah-sekolah negeri.
Sekitar tahun 1870 di provinsi-provinsi utara Nederland sudah ada beberapa tarekat suster yang bermisi dalam pendidikan para pemudi, tetapi belum ada tarekat yang mengelola pendidikan para pemuda.
Untuk mengisi kekurangan inilah Mgr.Schaepman mengambil inisiatif untuk mendirikan suatu tarekat bruder.
Ia meminta nasihat Mgr.Zwijsen yang pada tahun 1844 telah mendirikan tarekat para frater CMM (tarekat Santa Perawan Maria, Bunda yang berbelaskasih) di Tilburg.
Sebutan ‘frater’
Agar dapat meneruskan tradisi historis ini, Schaepman kemudian memutuskan banhwa para anggota tarekat yang akal didirikannya akan memakai sebutan ‘frater’. Jadi berbeda dengan tarekat lain pada umumnya yang menggunakan sebutan ‘bruder’.
Para anggota tarekat Broeders van het Gemene Leven (kehidupan bersama) sewaktu hidupnya Geert Grote, yaitu dalam abad ke-14 juga memakai sebutan ‘frater’. Sewaktu tarekat ini berjaya, banyak yang dikerjakan demi pendidikan katolik di Nederland Utara.

Tarekat Frater Bunda Hati Kudus

Mgr.Schaepman mempersembahkan tarekat yang ia dirikan kepada Bunda Maria dengan nama “Bunda Hati Kudus”. Waktu itu devosi kepada Bunda Hati Kudus masih merupakan sesuatu yang baru yang pada waktu itu lebih dikenal dengan gelar ‘Harapan Orang-orang Putus Asa’. Promotor utama gerakan ini adalah pendiri para Misionaris Hati Kudus, yaitu Pere Chevalier. Devosi ini meluas dari Issoudun-Perancis. Di Nederland basilik di Sittard dipersembahkan kepada Bunda Hati Kudus.

Dari konstitusi ke konstitusi

Mula-mula tarekat frater BHK tidak mempunyai buku peraturan sendiri yang menggariskan sikap hidup kerasulan menurut ketiga kaul. Pada saat-saat tertentu dipakailah Peraturan Tarekat CMM dengan penyesuaian sana-sini. Dengan persetujuan pendiri, Peraturan yang disesuaikan ini lalu dicetak dan pada tahun 1878 dikukuhkan olehnya. Di samping Peraturan ada pula Konstitusi yang mencantumkan hal-hal yang berkaitan dengan kepengurusan.
Pada tahun 1893, 1919, 1936 dan 1952 Peraturan dan Konstitusi diterbitkan kembali tanpa perubahan yang berarti.
Dalam kapitel tahun 1960 pengurus mengajukan rancangan konstitusi baru. Selanjutnya Peraturan dan Konstitusi digabung menjadi satu: Konstitusi.
Pada tahun 1967 terbitlah Konstitusi yang telah diolah kembali, dengan persetujuan Uskup Agung Utrecht.
Sementara itu Konsili Vatikan II telah berlangsung. Semua Tarekat diminta untuk merenungkan isi kehidupan religius. Mereka ditugaskan untuk menyesuaikan Konstitusi dengan garis-garis haluan kongkret yang diterbitkan pada tahun 1966.
Demikianlah akhirnya terwujud Konstitusi yang sama sekali baru, yang diolah berdasarkan Kitab Hukum Kanonik yang terbit pada tahun 1983. Pada tahun 1992 Uskup Agung Utrecht, Adrianus Kardinal Simonis, menyetujui Konstitusi ini.
Dari penelitian yang saya lakukan terhadap konstitusi dari satu ke yang lain, ada hal yang menunjukkan hubungan yang sangat erat antara devosi kepada Hati Kudus Yesus dengan penghormatan kepada Maria Bunda Hati Kudus.
Konstitusi 1918
Art.74
Buah ilahi kepada Santa Perawan Tersuci Maria harus dihargai secara khusus oleh semua anggota kongregasi. Konggregasi sendiri bahkan ditempatkan secara khusus di bawah perlindungan S.P.Maria Bunda Hati Kudus… Setiap anggota menyandang nama maria dan hal ini dikaitkan dengan pembaktian secara khusus kepadanya. Sebagai anak-anak yang tulus, para frater harus berusaha keras meniru teladannya, menghormati Ibu mereka dan menjelmakan kekuasaan-kekuasaannya.
Para frater akan selalu menghidupkan buah-buah ilahi yang telah diserahkan kepada Ibu mereka dan juga bersyukur kepada Allah, yang telah memanggil mereka bukan karena jasa mereka, di mana Perawan Maria menjadi Ibu mereka.
Mereka akan mengembangkannya sendiri dan bahwa wajib menyebarluaskan buah-buah ilahi yang telah diserahkan kepada Perawan tersuci, terutama kepada anak-anak dan orang lain yang dipercayakan kepada mereka.
Art.76
Dalam doa dan latihan rohani, kongregasi wajibmenghormati secara lebih khusus Santa Perawan, mewujudkan doa harian dengan ofisi singkat Santa Perawan Maria pada tempat utama…
Art.80
Menghadiri Misa menurut St.Fransiskus dari Sales adalah “matahari segala devosi”. Maka para frater harus mengutamakannya dan dapat mempersembahkan persembahan setiap hari, yang tidak lain adalah melanjutkan persembahan di salib… Yesus mengikutsertakan kita dalam penerimaan rahmat-rahmat, yang telah Ia berikan melalui wafat-Nya.
Konstitusi 1936
Masih menempatkan artikel-artikel tersebut pada tempat yang sama.
Konstitusi 1952
Art.104
Para frater akan berusaha membangun dan memperluas devosi keselamatan kepada Hati Yesus yang Mahakudus baik bagi diri sendiri mau pun di tengah para murid.
Setiap Jum’at pertama dalam bulan para frater menyambut komuni untuk menghormati Hati Kudus Yesus, demi pemulihan kehormatan Penyelamat Ilahi di dalam sakramen kasih, yang telah dirusak oleh musuh-musuh-Nya.
Art.105
Maria Perawan Tersuci dan Bunda Allah adalah Pelindung Kongregasi dengan gelar Maria Bunda Hati Kudus.
Buah ilahi kepada Perawan tersuci harus dihargai secara khusus oleh semua frater.
Mereka akan menyebarluaskan buah-buah ilahi tersebut, terutama kepada para murid dan orang-orang lain yang dipercayakan kepada mereka.
Pesta Bunda Hati Kudus akan dipersiapkan melalui novena komunitas dan akan dirayakan dengan cara istimewa di dalam kongregasi.
Konstitusi 1967
Art.41
Isinya sama dengan Konstitusi 1952 art.105.
Konstitusi 1992
Art.6
Maria adalah pelindung persekutuan kita dengan gelar: Bunda Hati Kudus. Ia menunjukkan kepada kita Puteranya Yesus, yang lembut dan rendah hati, yang menganugerahkan ketenangan dan kelegaan kepada orang yang letih lesu dan berbeban berat yang pergi kepada-Nya.
Selanjutnya ada sesuatu yang baru dalam konstitusi ini, yang tidak pernah ada sebelumnya, yaitu secara panjang lebar disampaikan kepada kita dalam bagian spiritual konstitusi 2 bab penting untuk mendalami misteri Hati Yesus dan peran Maria sebagai pelindung tarekat. Kedua bab tersebut masing-masing berjudul:
Bab 2: Sehati dan sejiwa dalam mengikuti jejak Yesus dari Nasaret (art.10-15).
Bab 4: Diilhami oleh kehidupan Maria (art.45-52).
Catatan akhir
Dari uraian singkat di atas saya mencoba untuk menarik benang merahnya. Pada awalnya pendiri tarekat mempersembahkan tarekat yang ia dirikan ini di bawah naungan Maria, Bunda Hati Kudus Harapan Orang-orang Putus Asa, karena memang demikianlah keadaan Gereja di Nederland pada waktu itu. Persembahan ini diwujudkan dalam pernyataan-pernyataan dari konstitusi ke konstitusi bagaimana devosi kepada Bunda Maria harus mendapat tempat utama dalam tarekat.
Konsili Vatikan II menantang para religius untuk mengubah kebiasaan devosi ini menjadi suatu spiritualitas, suatu semangat yang tidak hanya diungkapkan lewat doa-doa saja tetapi lebih menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri. Sebab itulah dalam konstitusi paling akhir (1992) kaitan erat antara Maria dan Yesus mendapat sorotan secara panjang lebar dalam 2 bab, yang sebelumnya tidak pernah muncul.
Dengan demikian mau dikatakan bahwa menjadi seorang frater BHK berarti:
1. Hidup sehati-sejiwa dalam mengikuti jejak Yesus dari Nasaret.
2. Hidup dengan diilhami oleh kehidupan Maria.

Semoga pertemuan ini menghasilkan suatu penyadaran bagi kita semua.
Malang, 20 Desember 2008
Fr. Frans Hardjosetiko

Rabu, 30 September 2009

Sabtu, 19 September 2009

DOA MEMBERIKU KEKUATAN UNTUK MELANGKAH

Hatiku senantiasa tak menentu dan tiada asa manakala terpaan godaan menerpaku tiada henti. Aku merasa dlaam batinku ada kekuatan yang tak kuasa aku kuasai. Tak jarang aku dibawanya pergi dari kedalaman batinku. Aku tak berdaya...namun aku patut "mengahdirkan diri" pada diriku yang sejati. Sahabatku memanggilku dalam kesunyian untuk senantiasa mendekatkan diri. SapaanNya demikian mengharukan dan menguatkan aku di kala aku bimbang dengan diriku sendiri. Doa memberiku kekuatan untuk melangkahkan kakiku ke depan selangkah dmei selangkah mengikuti janal yang telah ditunjukanNya. Yesus ajarlah aku untuk berani "diam" sehingga menyadari bahwa Engkau sedemikian dekat denganku. Berkah Dalem

Rabu, 29 Juli 2009

ENAKNYA SEBUNGKUS NASI DARI KASIH SESEORANG


Suatu kali aku sedang menjalani proses eksposure..atau dapat dikatakan proses tenggelam dalam dunia nyata dengan ambil bagian di dalamnya melalui proses "perjalanan". Proses itu kulalui tanggal 20 - 26 Juni 2009 yang lalu. Aku masuk ke dalam dunia profesi seorang pemulung. Aku harus berangkat pagi-pagi buta..dengan karung yang kugendong dipundakku aku melangkahkan kakiku menuju loorong demi lorong kota malang.

Hari pertama menjadi pemulung aku merasa gagal sekali. Selain fisik yang terasa capek, badan pegal dan nyilu serta kaki terasa panas sekali, perasaan ini sungguh diobrak-abrik. Bagaimana tidak diobarak-abrik ya...aku harus mampu dan berani menundukkan kepada, melawan rasa malu ini karena harus memungut setiap sampah yang kujumpai dan yang kucari di setiap tempat sampah warga. Apalagi ketika si pemilik rumah masih ada di depan rumah dan aku mengorek-korek tempat sampah mereka. Kata-kata sinis dan usiran menjadi sarapan pagiku.

Ya...empat hari rasanya seperti sebulan..susuah sekali menjadi seornag pemulung. Aku sampai hari keempat ini hanya menerima uang sekitar Rp 30.000,-. Bagaimana ya kalau ini seandainya terjadi sungguh atas hidupku. Apa aku sanggup menjalaninya sehari-hari...apalagi kalau aku nanti sudah punya istri dan anak. Akan makan apa aku ini dan keluargaku. Rp.30.000 mana cukup. Aku lapar sekali sementara uangku hanya sedikit. Sebuah peristiwa yang tidak sanggup aku lupakan adalah ketika pada saat aku merasa lemas berjalan dan mengorek sampah, berkeringat menahan lapar, datanglah seorang ibu, kelihatannya saudara muslim, datang padaku dan memberikan sebungkus nasi dengan diikat karet kuning untukku. "Ini mas untukmu.." Aku tertegun dan hanya diam tidak bisa berkata apa-apa. Ibu itu bertanya lagi,"kok tidak dimakan,...disitu saja ?" Aku kaget dan menjawab "oh ya...tidak mengapa..." Aku akhirnya menikmati rejeki siang itu..namun satu hal yang masih menancap dalam di dalam relung hatiku adalah aku belajar menemukan bahwa orang tetap menaruh belaskasihan kepada sesamanya. Hari ini aku merasakan betapa beratnya menjadi orang miskin, pemulung. Dan betapa bersyukurnya aku ini karena aku dapat merasakan apa yang mereka rasakan, khususnya juga merasakan kebaikan dari orang-orang yang lembut hatinya. Ya..orang miskin ternyata mengajari aku bahwa dengan menjadi miskin aku sanggup menangkap kebaikan dan kehadiran Allah sendiri. Terima kasih Tuhan karena aku boleh menerima kebaikan hati orang lain dalam pengalamankonkret hari ini di jalan yang panas dan berdebu. Berkah Dalem

INTI JIWA HIDUP KONGREGASI FRATER-FRATER BUNDA HATI KUDUS

MISTIK :
Hati yang membebaskan

KARISMA :
Kasih pelayanan yang membebaskan sesama khususnya kaum muda.

Apostolat :
Ikut serta membebaskan sesama yang miskin dan uyang menderita, khususnya kaum muda
agar berkembang sesuai dengan citraNya.

CARA HIDUP :

Kepedulian, kesederhanaan dan ugahari.

SPIRITUALITAS :
Spiritualitas Hati

SPIRITUALITAS BUNDA HATI KUDUS :
Hati yang saling terpaut.

VISI :
Mengikuti Yesus Kristus sang Guru, kebenaran dan kehidupan dalam kepedulian dan
kesederhanaan.
MISI :
Ikut peduli mewujudkan tugas Gereja dalam pengabdian kepada sesama dengan :

- mencintai
- melakukan keadilan
- mengusahakan perdamaian
- membantu pembentukan kaum muda
- siap sedia menangani tugas baru
- demi melayani sesama yang miskin dan menderita seturut teladan St. Vinsensius a Paulo.



Bunda Hati Kudus,
Doakanlah kami.

St. Vinsensius a Paulo
Doakanlah kami.

Semoga Hati Kudus dikasihi di seluruh dunia,
sampai selama-lamanya.

Senin, 29 Juni 2009

Kedua Tangannya Terentang, demikian pula Kedua Tangan Puteranya


Kubersimpuh di depan ikon Maria Bunda Hati Kudus, tepatnya sang Bunda berada tepat di bawah salib sang Putera. Hatiku terasa sunyi senyap, ingin masuk lebih dalam ke intisari misteri cinta Bunda dan puteranya itu. Tatapan mataku tak bergeming memandang bagian tubuh dua pribadi yang nampaknya "sejajar". Ya...kok sepertinya sejajar, keduanya terentang, terbuka pada siapa saja yang memandangnya.

Kedua tangan Yesus terentang, membelah bagian atas dan bagian bawah. Kiranya seperti mau mengatakan bahwa kedua tangan itu menyatukan dua realitas, realitas Allah yang maha segalanya dengan realitas dibawah, yakni manusia. Ya..Yesus disalib menjadi tanda dan ungkapan cinta kesatuan antara Allah dan manusia. Melalui hidupnya, manusia, kita sekalian diundangnya untuk kembali pada tujuan asali hidup kita yang tidak lalin dan tidak bukan adalah bersatu dengan Allah sendiri. Dan untuk menyatukan itu tidak ada jalan lain selain jalan cinta kasih, jalan salib. Korban menjadi jalan kesatuan, dan perwujudan cinta yang amat dalam dari Yesus kepada kita sekalian. "Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang menyerahkan nyawanya bagi hidup sahabat-sahabatNya", demikian sabda Yesus pada akhir-akhir hidupNya sebelum Ia disalibkan. Aku tak sanggup lagi..ya tak sanggup lagi berpaling. Betapa aku ini jahat sekali, sehingga aku sungguh tak sadar bahwa aku sungguh dicintai oleh Yesus. Aku tak merasa bahwa cinta itu sungguh melingkupi seluruh hidupku. Aku seperti halnya ikan yang mengaruhi luasnya samudera, tapi masih belum sadar bahwa aku ini di dalam air hidup, justru mencari-cari air itu..

Tangan Bunda Terbuka ...
Aku juga tertegun pada ikon sang Bunda. Ya...kedua tangannya terbuka lebar seolah mengajar semua insan untuk datang dan terlibat dalam relasi cinta antara mereka berdua. YA ..aku diundangnya untuk menimba sumber air hidup yang memancar dari hatinya. Selain itu juga, aku menemukan bahwa, ketika kasih itu menyentuh hati, mau tidak mau akan membagi dan mengalir deras kepada orang lain. Aku menyadari bahwa kecintaanku pada Yesus belum sampai pada tingkat dimana aku tergerak atau terbakar semangat untuk membagikan hidup kepada orang lain. Mengapa selama ini aku masih seperti anak kecil yang masih rewel ingin dipenuhi segala kebutuhannya oleh orang lain.

Terima kasih Yesus, Terima kasih Bunda Hati Kudus. Berkah Dalem

Syukur atas 150 Tahun Gelar Bunda Hati Kudus


Syukur atas pendampingan Ibu Maria..

Tahun ini yakni 2009, merupakan peringatan 150 tahun gelar Bunda Hati Kudus. Gelar untuk Maria yang ikut serta dalam perjalanan cinta sang putra, telah juga mendampingi kita dengan penuh setia. Maria dengan gelar Bunda Hati Kudus merupakan pelindung komunitas novisiat Frater Bunda Hati Kudus, sekaligus juga bunda pelindung Kongregasi Frater BHK. Bunda Maria memiliki tempat istimewa di hati setiap Frater. Dari hidup Maria, setiap Frater diundang untuk menjadi penyalur kasih Allah yang sedemikian besar kepada kita. Bunda kita mengajak kita sekalian untuk bersamanya menuju hati puteranya yang telah terobek karena kasihNya kepada kita.

Semoga melalui peringatan ini, kita semua makin mencintai Bunda Kita, yang menghantar pada Hati Tersuci. Berkah Dalem